Kamis, 22 Juli 2010

I Still Call Australia Home

Tanggal 26 Januari adalah Australia Day, yang dirayakan untuk memperingati hari berlabuhnya rombongan pertama para tahanan asal Inggris yang dibuang di Sydney tahun 1788. Rombongan ini dipimpin oleh Kapten Arthur Phillip, yang kelak akan menjadi gubernur New South Wales yang pertama.

Australia Day ini dirayakan sama meriahnya dengan 17 Agustus di Indonesia, atau 4 Juli di Amerika. Tradisi perayaan Australia Day di seluruh Australia dimulai sejak tahun 1935. Mulai tahun 1994, hari ini (atau hari sebelum atau sesudahnya jika kebetulan tanggal ini jatuh di akhir pekan) dijadikan hari libur nasional.


Salah satu lagu yang kerap dinyanyikan di Australia Day adalah I still call Australia home karya Peter Allen. Lagu ini juga pernah digunakan iklan Qantas.

I've been to cities that never close down
From New York to Rio and old London town
But no matter how far
Or how wide I roam
I still call Australia home.

I'm always travelin'
And I love bein' free
So I keep leavin' the sun and the sea
But my heart lies waiting over the foam
I still call Australia home.

All the sons and daughters spinning 'round the world
Away from their families and friends
Ah, but as the world gets older and colder
It's good to know where your journey ends.

And someday we'll all be together once more
When all the ships come back to the shore
Then I realize something I've always known
I still call Australia home.

No matter how far
Or how wide I roam
I still call Australia home

Setelah menonton Fireworks di Lake Burley Griffin, Canberra pada Australia Day, banyak pertanyaan yang muncul di kepala. Salah satunya adalah, apa yang membuat orang Australia bangga betul menjadi Australia? Mengapa mereka tidak protes ketika jutaan dollar dihabiskan dengan dibakar di firework?
Mbuh, Australia aneh walau menyenangkan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar